BERBUAT
BAIK KEPADA SEGALA SESUATU
عن أبي يعلى شداد بن أوس
رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إن الله كتب الإحسان
على كل شيء , فإذا قتلتم
فأحسنوا القتلة , وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبحة وليحد أحدكم شفرته وليرح ذبيحته
" رواه مسلم
Dari Abu Ya'la, Syaddad bin Aus radhiyallahu
'anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau telah bersabda : “
Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik pada segala hal, maka jika kamu membunuh
hendaklah membunuh dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelih maka
sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah menajamkan pisau dan
menyenangkan hewan yang disembelihnya”. (Muslim no. 195)
Sering kali timbul dalam benak kita
tentang berbuat baik kepada segala sesuatu. Kadang kita mengatakan apakah kita
harus berbuat baik kepada benda mati. Secara logika berbuat baik kepada benda
mati tidak ada manfaatnya karena otomatis yang namanya benda mati tidak akan
merasakan apa-apa. Adapaun berbuat baik kepada manusia atau kepada makhluk
hidup secara umum itu wajar karena terbetik dalam hati bahwa manusia itu memiliki perasaan.
Pertanyaan ini telah dijawab oleh Rasulullah
sallallahualaihi wasallam. Beliau mengatakan
إن الله كتب الإحسان على كل شيء
“Sesungguhnya
Allah telah menuliskan kebaikan atas segala sesuatu”
Hadits ini menunjukkan bahwa berbuat
baik atas segala sesuatu itu telah dituliskan oleh Allah kepada semua
makhluknya. Dalam hadits ini Allah tidak membedakan antara makhuk hidup dengan
benda mati, artinya bahwa kebaikan itu bukan hanya milik manusia tapi juga
untuk makhluk-makhluk Allah yang lain.
Memang kalau kita pikir secara
logika benda mati tidak akan merasakan sesuatu, tapi perkataan Rasulullah telah
melawan hal tersebut dan itulah qudwah kita. Dan agama ini juga tidak kita ukur
dengan logika tapi kita mengukurnya dengan Al-qur’an dan sunnah Rasulullah
sallallahualaihi wasallam. Kalau saja agama ini diukur dengan logika maka
Rasulullah sallallahualaihi wasallam ketika mengusap khufnya maka beliau akan
mengusap bagian bawahnya karena bagian bawahnya yang menyentuh tanah, tapi
Rasulullah mengusap bagian atasnya, artinya agama ini tidaklah diukur dengan
logika.
Dalam kehidupan kita sehari-hari
sering kali kita menyaksikan motor di
model kiri dan kanan, rambut dimodel kiri dan kanan celana disobek-sobek bagian
paha sehingga auratnya tersingkap, maka Ini tidak dikatakan berbuat ihsan
kepada sesuatu karena ia tidak memberikan haknya kepada hal tersebut, tapi ini
adalah lawan dari ihsan itu sendiri.
Kalau mereka mengatakan tapi inilah
yang aku suka dan terbaik untuk saya. Maka kita mengatakan bahwa Allah telah
menjawabnya dalam Al-qur’an dalam surah Al-baqarah :
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ
تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا
تَعْلَمُون
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui .(QS. Al-baqaroh:216)
Kalau ditinjau dari segi syari’at
contoh-contohyang kami sebutkan di atas tidaklah disyariatkan bahkan itu
melanggar syari’at Allah azza wajalla, maka jelaslah bahwa dia adalah orang
yang mencintai sesuatu tapi itu bukanlah yang terbaik untuknya tapi itulah yang
terburuk disisinya dan disisi Allah subhanahuwata’ala. Hanya saja mereka tidak
mengetahui dan Allah yang mengethui.wallahu a’lam bisshawab
Perkataan Rasulullah “wajib
berbuat baik kepada segala sesuatu” kata ala’ disini adalah
kewajiabn, artinya berbuat baik kepada segala sesuatu itu harus. Dan jika
ditinggalkan akan berdosa, menzolimi sesama manusia maupun selainnya dari
hewan, tumbuhan dan benda-benda yang lain maka ini sudah termasuk kategori
meninggalkan kewajiban berbuat baik.
Sabda Nabi “maka bunuhlah dengan cara yang
baik,” bersifat umum, meliputi penyembelihan binatang maupun dalam membunuh
dalam artian qishos dan hukuman pidana yang lain.
Hadits ini menghimpun kaidah-kaidah
Islam. Arti dalam berbuat baik dalam membunuh adalah besungguh-sungguh dalam
melakukan hal itu,bukannya dengan maksud menyiksa. Berbuat dalam menyembelih
binatang adalah lemah lembut ; tidak menyeretnya ke tanah dengan keras dan
tidak menyeretnya atau dengan cara menyiksa yang lain. Dan hendaklah kita
hadapkan binatang yang kita sembelih itu kea rah kiblat, menyembelihnya dengan
menyebut nama Allah, memotong urat nadi lehernya, serta membiarkannya terlebih
dahulu hingga benar-benar mati baru kemudian dikuliti.
Dan maksud dari sabda Nabi salallahualaihiwasallam
“jika kamu menyembelih maka lakukanlah dengan baik pula.”adalah binatang
yang hendak kita sembelih entahkah itu binatang ternak ataupun binatang liar.
Dalam hal ini kita harus mencari jalan terdekat yang bisa mengantarkan kita
pada penyembelihan binatang tersebut,.Oleh karena itu, Nabi sallalllahualaihiwasallam
bersabda: “Hendaklah masing-masing dari kalian menajamkan pisaunya dan
membuat nyaman hewan sembelihannya”
Faedah hadits:
1.
Allah
mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu
2.
Hadits
ini menunjukkan perlunya kasih sayang dalam islam
3.
Kewajiban
berbuat ihsan dalam membunuh
4.
Hendaklah
menggunakan alat yang tajam dalam membunuh atau dalam menyembelih binatang
5.
Membuat
nyaman binatang sebelum dan ketika disembelih
Abu
uwais
No comments:
Post a Comment